Kata-kata mutiara bahasa Jawa tentang hubungan dengan Tuhan

Kata-kata mutiara bahasa Jawa tentang hubungan dengan Tuhan.

Source : brilio.net

foto: Instagram/@kulinoisin

Dengan membaca dan memahami kata-kata mutiara bahasa Jawa tentang hubungan dengan Tuhan akan membuat kamu berkembang dan tumbuh menjadi lebih baik. Mendekatkan diri dengan Tuhan adalah poin penting kata-kata mutiara bahasa Jawa.

31. "Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan."

(Tuhan itu dekat meski tubuh kita tidak dapat menyentuhnya, jauh tiada batasan)

32. "Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo."

(Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)

33. "Mohon, mangesthi, mangastuti, marem."

(Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama)

34. "Natas, nitis, netes."

(Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali)

35. "Ala lan becik iku gegandhengan, kabeh kuwi saka kersaning Pangeran."

(Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)

36. "Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan."

(Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran)

37. "Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati."

(Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)

38. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah."

(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)

39. "Urip kang utama, mateni kang sempurna."

(Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)

40. "Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyipta'aken manungsa!"

(Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan manusia)

41. "Sabar iku lire momot kuwat nandhang sakehing coba lan pandhadharaning ngaurip."

(Sabar itu merupakan sebuah kemampuan untuk menahan segala macam godaan dalam hidup)

42. "Gusti paring mergi kangge tyang ingkang purun teng merginipun."

(Tuhan akan memeberikan jalan, bagi mereka yang mengikuti jalan kebenaran)

43. "Eling lan waspada, sadar lan sabar, setiti lan ngabekti, sumeleh tur sareh."

(Ingat dan waspada, sadar dan sabar, hemat dan mengabdi, ikhlas dan tenang)

44. "Yen kabih wis ginaris nyata, aja nganti ana ati sing rumangsa sengsara narima pacoba."

(Jika semua sudah menjadi ketentuan Tuhan, jangan ada lagi hati yang merasa sedih disaat menerima cobaan)

45. "Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu."

(Kurangilah makan dan tidur yang berlebih supaya kesehatan badan kita tetap bisa terjaga)

46. "Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan."

(Jangan mudah sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan sesuatu)

47. "Akeh manungsa ngerasaaken tresna, tapi lali lan ora kenal opo iku hakikate tresna."

(Banyak manusia merasakan cinta, namun mereka lupa dan tidak mengenal hakikat cinta sebenarnya)

48. "Ra usah kakean cangkem, sing penting kui buktine."

(Tidak usah banyak mulut, yang penting itu buktinya)

49. "Rino wengi aku tansah kelingan, pengenku kowe tak sayang."

(Siang malam aku selalu teringat, inginku kau kucintai)

50. "Saben dino aku tansah ngalamun, mikir sliramu seng ayu dewe."

(Setiap hari aku selalu melamun memikirkan kamu yang paling cantik sendiri)

51. "Nek pancen tresno kui kudu dijogo, ora malah keno godo karo wong liyo."

(Kalau memang cinta harus dijaga, bukan malah termakan godaan orang lain)

 

52. "Beras kui bakale soko pari, kandas kui asale soko ngapusi."

(Beras itu ada dari padi, putus cinta ada dari sebuah kebohongan)

53. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan."

(Niat bekerja bukan untuk nyari perkara. Niat mencari rezeki, bukan hanya cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

54. "Seng nandur bakale ngunduh."

(Yang berbuat akan mendapatkan hasilnya)

55. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti."

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

56. "Alam iki sejatining Guru."

(Alam adalah guru yang sejati)

57. Memayu hayuning pribadi: Memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana."

(Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia).

58. "Lamun sira durung wikan alamira pribadi, mara takona marang wong kang wus wikan."

(Jikalau engkau belum memahami alam pribadimu, hendaknya engkau bertanya kepada yang telah memahaminya).

59. Yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu."

(Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan).

60. "Ampun mbedakakekn marang lintune."

(Jangan membeda-bedakan sesama, hargai perbedaan).

61. "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah."

(Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai).

62. "Dudu sanak, dudu kadang, yen mati melu kalangan."

(Bukan keluarga, bukan saudara, jika meninggal ikut kehilangan).

63. "Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake."

(Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus).

64. "Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur, mengko lambemu iso kesampluk pesawat."

(Kalau ngomong jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu bisa ketabrak pesawat).

65. "Ojo kuminter mundak keblinger, ojo cidro mundak ciloko."

(Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka)

66. "Ngeluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bhanda."

(Berjuang tanpa membawa massa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kaya tanpa didasari harta)

67. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe, banter tan mblancangi, dhuwur tan nungkuli."

(Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih, cepat tanpa harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi)

68. "Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah."

(Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah)

69. "Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo."

(Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa)

70. "Nek lagi nelongso ojo kakean sambat, akeh-akehi dungo ben Gusti percoyo kowe biso."

(Jika sedang susah jangan terlalu banyak mengeluh, perbanyak doa supaya Tugan percaya kamu bisa melewatinya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata-Kata Jawa Bijak Lucu

Kata-kata mutiara bahasa Jawa lucu bijak

Kata Bijak Bahasa Jawa Berhubungan dengan Tuhan