Kata-kata mutiara bahasa Jawa penuh makna
Kata-kata mutiara bahasa Jawa penuh makna.
Source : brilio.net
foto: freepik.com
71. "Yen mlaku rausah kesusu, alon-alon sing penting kelakon."
(Kalau jalan tidak usah tergesa-gesa, pelan-pelan yang penting sampai tujuan)
72. "Nek koe tenanan tresno, ojo koe nggawe eluh banyu motone, ojo nyakiti atine, ojo nggawe atine loro."
(Jika kamu benar-benar cinta padanya, Jangan hiasi matanya dengan air mata, telinganya dengan dusta, hatinya dengan luka)
73. "Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui."
(Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali kali jatuh cinta pada orang yang sama.)
74. "Kena iwake aja nganti buthek banyune.”
(Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan)
75. "Mikul dhuwur mendhem jero."
(Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua)
76. "Sabar sareh mesthi bakal pikoleh."
(Pekerjaan apa pun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil)
77. "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah."
(Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai)
78. "Dhemit ora ndulit, setan ora doyan."
(Berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan)
79. "Tuna sathak bathi sanak."
(Merugi harta tapi mendapatkan sahabat)
80. "Nabok nyilih tangan."
(Menggambarkan orang yang tidak berani menghadapi musuhnya dan meminta bantuan orang lain diam-diam)
81. "Becik ketitik, ala ketara."
(Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga)
82. "Adigang, adigung, adiguna."
(Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepintarannya)
83. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah."
(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)
84. "Pengenku, aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu."
(Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama)
85. "Cinta dudu perkoro sepiro kerepe kowe ngucapke, tapi sepiro akehe seng mbok buktike"
(Cinta bukan perkara seberapa sering kamu mengucapkannya, tapi seberapa banyak kamu membuktikannya)
86. "Adab lan ilmu iku podo podo pentinge gae nguber urip ing dunyo."
(Adab merupakan akar dari ilmu. Tanpa adab ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak beramanat bagi kebaikan orang lain)
87. "Aku ora malam mingguan, sandalku pedot."
(Aku nggak malam mingguan, sandalku putus)
88. "Yen ketemu tonggone kudu sopo aru."
(Jika bertemu tetangga harus menyapa)
89. "Jenenge urip kui mesti akeh cobaan, yen akeh saweran kui jenenge dangdutan."
(Namanya hidup itu pasti banyak cobaan, kalau banyak saweran namanya dangdutan)
90. "Pas dewe podo–podo adoh, siji sing kudu koe ngerti, bakal tak jogo tresno iki sampe matek."
(Saat jarak memisahkan kita, satu hal yang harus kamu tahu, aku akan menjaga cinta ini sampai mati)
91. "Dadi koe ngiri karo aku? Yo wis aku ngalah, aku tak nganan."
(Jadi kamu iri sama aku? Ya sudah aku ngalah, aku ke kanan)
92. "Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian."
(Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian)
93. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih."
(Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)
94. Ojo mung ngopi, sekali-sekali ngeteh ben ngerti yen urip iku ora mung pait, tapi yo sepet."
(Jangan cuma ngopi, sekali-kali ngeteh supaya tahu kalau hidup tak cuma pahit tapi juga sepet)
95. "Ngaku konco kok gur pengen nunut mulyo. Pas konco ciloko malah lungo."
(Mengaku teman tapi hanya ingin numpang tenar. Ketika teman ada masalah malah pergi)
96. "Truk wae duwe gandengan, mosok kowe ora duwe gandengan?"
(Truk saja punya pasangan, masak kamu enggak punya pasangan?)
97. "Yen tak sawang sorote mripatmu, ketoke kowe arep nembung utang karo aku."
(Kalau aku lihat sorot matamu, sepertinya kamu akan berhutang padaku)
98. "Urip iku koyo kopi, yen ndak iso nikmati rasane panggah pait."
(Hidup itu bagaikan secangkir kopi, Jika kalian tidak bisa menikmatinya yang dirasakan hanyalah pahit)
99. "Nek wes onok sukurono, nek durung teko entenono, nek wes lungo lalekno, nek ilang iklasno."
(Kalau sudah punya itu disyukuri, kalau belum datang ya dinanti, kalau sudah ditinggal pergi lupakan, kalau hilang ikhlaskan)
100. "Ikhlas lan sabar, amergo Gusti mboten nate sare."
(Ikhlas dan sabar, karena Tuhan tidak pernah tidur)
101. "Kudu semangat masio gak ono sing nyemangati."
(Harus Semangat Walau Tidak Ada yang Kasih Semangat)
102. "Urip iku urup."
(Hidup itu hendaknya menyala atau memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita)
103. "Sing wes yo wes, rausah digetuni."
(Yang sudah berlalu ya sudah, tidak perlu disesali)
104. "Cekelana impenanmu, amarga yen impen mati, urip iku kaya manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa mabur."
(Berpegang teguhlah pada mimpi. Mimpi yang mati ibarat burung yang sayapnya rusak dan nggak bisa terbang)
105. "Gagal niku kuncine sukses, ben kegagalan iku ngajari kene ilmu."
(Kegagalan adalah kunci kesuksesan. Setiap kesalahan mengajarkan kita ilmu)
Komentar
Posting Komentar