4. Kata-Kata Bijak Jawa Penuh Makna
4. Kata-Kata Bijak Jawa Penuh Makna
Source : plus.kapanlagi.com
(credit: freepik)
Kata-kata bijak bukanlah untaian kalimat pembakar semangat biasa. Di balik kalimatnya yang indah juga tersimpan makna yang dalam. Berikut beberapa kata bijak Jawa yang penuh makna.
43. "Witing tresna jalaran saka kulina. Witing mulya jalaran wani rekasa." (Cinta itu tumbuh karena ada kebiasaan. Kemakmuran timbul karena berani bersusah dahulu.)
44. "Narimo ing pandum." (Menerima segala sesuatu dengan ikhlas.)
45. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu,sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu." (Hidup itu terus berjalan,bersamaan dengan waktu,yang bisa membawa tingkah lakumu, biar baik nasibmu.)
46. "Golek sempurnaning urip lahir batin lan kasempurnaning pati." (Mencari kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat.)
47. "Ambeg utomo, andhap asor." (Jadilah yang utama, namun tetap rendah hati.)
48. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan." (Sebaik-baik orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi.)
49. "Ampun mbedaaken marang lintune." (Jangan membeda-bedakan antara sesama manusia.)
50. "Gusti paring mergi kangge tiang ingkang purun ting merginipun." (Tuhan akan memberikan jalan bagi mereka yang mau mengikuti jalan-Nya.)
51. "Ora ono wong mulyo tanpo urip rekoso." (Tidak ada manusia yang hidup senang tanpa usaha keras.)
52. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan." (Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rejeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)
53. "Akeh manungsa ngrasakaken tresna, tapi lalai lan ora kenal opo kui hakekate atresna." (Banyak manusia merasakan cinta, namun mereka lupa tidak mengenal hakikat cinta sebenarnya)
54. "Golek jodho aja mung mburu endhahing warna, pala karma aja ngece-ngeceh banda." (Mencari jodoh itu jangan hanya karena rupa yang menawan, waktu pernikahan jangan hanya menghamburkan harta benda.)
55. "Sing wis lunga lalekna, sing durung teko entenana, sing wis ana syukurana." (Yang sudah pergi relakanlah, yang belum datang tunggulah, yang sudah ada syukurilah.)
56. "Alam ora bisa dilawan, awu sing semebar iku sejatine berkah gusti kanggo njaga kesuburan bumi Jawa. Mulane ayo pada disyukuri wae." (Alam tidak akan bisa dilawan, abu yang beterbangan adalah berkah dari Tuhan untuk menjaga kesuburan bumi Jawa. Untuk itu mari kita syukuri saja.)
57. "Mikul dhuwur mendhem jero." (Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua)
58. "Gusti Allah mboten sare." (Allah tidak tidur.)
59. "Alam iki sejatining guru." (Alam adalah guru yang sejati.)
60. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah." (Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita.)
Komentar
Posting Komentar